Jawaban Cepat / Ringkasan Rumus: Gaji Prorata = (Jumlah Hari Kerja Dijalani ÷ Total Hari Kerja Efektif Sebulan) × Gaji Bulanan Penuh.
Dalam praktik manajemen sumber daya manusia, karyawan tidak selalu mulai bekerja pada hari pertama periode penggajian. Karyawan yang bergabung di pertengahan bulan atau mengundurkan diri sebelum tanggal penutupan buku (cut-off) umumnya menerima pembayaran kompensasi secara proporsional atau gaji prorata (prorated salary).
Apa Itu Gaji Prorata?
Gaji prorata adalah perhitungan upah proporsional berdasarkan durasi waktu kerja riil yang telah diselesaikan oleh karyawan dalam satu periode siklus penggajian bulanan.
Metode Perhitungan Gaji Prorata
Terdapat beberapa metode yang umum digunakan di lingkungan kerja:
- Berdasarkan Hari Kerja Efektif: Membandingkan jumlah hari kerja yang dijalani dengan jumlah total hari kerja terjadwal dalam bulan bersangkutan (misal 21, 22, atau 25 hari kerja).
- Berdasarkan Standar Hari Kalender atau Regulasi: Sebagian perusahaan menggunakan pembagi standar kalender atau formula berbasis ketentuan ketenagakerjaan setempat.
Formula umum berbasis hari kerja efektif adalah:
Gaji Prorata = (Gaji Bulanan Penuh × Hari Kerja yang Dijalani) ÷ Total Hari Kerja Efektif dalam Bulan Tersebut
Contoh Simulasi Perhitungan
Catatan: Contoh berikut merupakan simulasi matematis. Ketentuan jumlah hari kerja pembagi (misal 21, 22, atau standar lainnya) serta kebijakan cut-off ditentukan oleh peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Seorang karyawan memiliki kesepakatan gaji bulanan Rp 6.000.000. Pada bulan berjalan, terdapat 22 hari kerja efektif. Karyawan tersebut mulai aktif bekerja pada tanggal 16 sehingga menjalani 11 hari kerja efektif:
Perhitungan:
- Gaji Prorata = (Rp 6.000.000 × 11) ÷ 22 = Rp 3.000.000.