Cara Menghitung Diskon, Persentase & Diskon Bertingkat
Rumus menghitung harga setelah diskon, diskon bertingkat (misal 20% + 10%), dan cara mengetahui nominal penghematan belanja.
Hitung harga setelah diskon, jumlah penghematan, persentase diskon, harga awal, dan diskon bertingkat dengan cepat dan akurat.
Pilih mode perhitungan di sebelah kiri, isi harga dan diskon yang berlaku, lalu klik tombol Hitung Diskon.
Diskon atau rabat adalah pengurangan harga jual yang diberikan oleh penjual kepada konsumen. Praktik pemberian diskon sangat lumrah ditemui pada toko ritel, supermarket, marketplace e-commerce, hingga restoran untuk meningkatkan volume transaksi, menghabiskan stok produk musiman, atau memberikan apresiasi kepada pelanggan setia.
Kalikan harga awal dengan persentase diskon untuk mendapatkan nilai potongan, lalu kurangkan dari harga awal.
Harga Akhir = Harga Awal - (Harga Awal × Diskon / 100)
Untuk mengetahui berapa rupiah yang Anda hemat saat berbelanja produk dengan label diskon tertentu.
Nominal Diskon = Harga Awal × (Persentase Diskon / 100)
Jika Anda mengetahui harga asli dan harga bayar akhir, persentase potongan dapat dihitung dengan membagi selisih harga terhadap harga awal.
Diskon (%) = ((Harga Awal - Harga Akhir) / Harga Awal) × 100%
Mencari harga asli barang sebelum dipotong diskon belanja dengan membagi harga akhir terhadap faktor (1 - diskon/100).
Harga Asli = Harga Akhir / (1 - Diskon / 100)
Jawabannya adalah: TIDAK SAMA. Promo diskon bertingkat seperti "Diskon 20% + 10%" tidak dapat dijumlahkan secara langsung menjadi 30%. Pada sistem promo ritel, diskon bertingkat diterapkan satu per satu secara berurutan terhadap harga yang sudah dikurangi pada tahap sebelumnya.
Bagi pemilik toko atau pelaku usaha, setelah menentukan harga jual pasca promo diskon, Anda dapat menganalisis margin laba produk menggunakan Kalkulator Keuntungan & Margin.
Diskon adalah potongan harga atau pengurangan nilai dari harga normal (harga jual awal) suatu barang atau jasa yang ditawarkan kepada pembeli untuk menarik minat transaksi.
Untuk menghitung nominal diskon tunggal, kalikan harga barang awal dengan persentase diskon lalu bagi 100. Contoh: diskon 20% dari Rp 500.000 adalah (20 / 100) × Rp 500.000 = Rp 100.000.
Kurangkan harga awal barang dengan nominal potongan diskon yang didapat. Rumus: Harga Setelah Diskon = Harga Awal - Nominal Diskon.
Untuk barang seharga Rp 500.000 dengan diskon 20%, nominal diskonnya adalah Rp 100.000, sehingga harga yang harus dibayar pembeli adalah Rp 400.000.
Nominal diskon dihitung dengan mengalikan harga asli dengan angka persentase diskon dibagi 100. Rumus: Nominal Diskon = Harga Awal × (Persentase Diskon / 100).
Bagi harga yang telah didiskon dengan hasil pengurangan (1 - persentase diskon/100). Contoh: jika harga setelah diskon 20% adalah Rp 800.000, harga aslinya adalah Rp 800.000 / (1 - 0,20) = Rp 1.000.000.
Diskon bertingkat (stacked discount) adalah promo potongan harga ganda seperti 20% + 10%, di mana diskon kedua dihitung dari harga barang yang telah dipotong oleh diskon pertama, bukan dari harga asli.
Tidak sama. Diskon 20% + 10% bernilai efektif 28%. Pada harga Rp 1.000.000, diskon 20% pertama menurunkan harga jadi Rp 800.000, lalu diskon 10% memotong Rp 80.000 sehingga harga akhir menjadi Rp 720.000 (hemat Rp 280.000 / 28%), bukan Rp 700.000 (30%).
Hitung diskon pertama pada harga awal untuk mendapatkan harga perantara. Selanjutnya, terapkan persentase diskon kedua pada harga perantara tersebut untuk memperoleh harga akhir yang harus dibayarkan.
Ya, seluruh kalkulator diskon dan fitur simulasi belanja di HITUNGKU.CLOUD dapat digunakan 100% gratis secara online tanpa batas penggunaan.
Pelajari konsep, panduan langkah demi langkah, dan contoh perhitungan mendalam.
Rumus menghitung harga setelah diskon, diskon bertingkat (misal 20% + 10%), dan cara mengetahui nominal penghematan belanja.
Panduan praktis langkah demi langkah menghitung Harga Pokok Penjualan dan Produksi (HPP) untuk pemilik bisnis, kuliner, dan UMKM.
Cara mudah menghitung laba kotor, laba bersih, dan estimasi keuntungan bisnis jualan produk Anda.
Alat bantu perhitungan lainnya yang relevan untuk kebutuhan bisnis, keuangan, dan produktivitas Anda.
Hitung nilai persen, persentase perubahan (naik/turun), dan proporsi nilai dengan mudah.
Hitung laba bersih, profit margin, markup harga jual, dan target keuntungan usaha.
Hitung Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan untuk menentukan harga jual produk yang tepat.