Kalkulator Diskon Online

Hitung harga setelah diskon, jumlah penghematan, persentase diskon, harga awal, dan diskon bertingkat dengan cepat dan akurat.

Pilih Mode Perhitungan Diskon

Rumus: Harga Akhir = Harga Awal - (Harga Awal × Diskon / 100).
Rp
%
Preset:

Hasil Perhitungan Diskon Akan Tampil di Sini

Pilih mode perhitungan di sebelah kiri, isi harga dan diskon yang berlaku, lalu klik tombol Hitung Diskon.

Pengertian Diskon & Kapan Menggunakannya

Diskon (atau potongan harga / rabat) adalah pengurangan nilai dari harga jual normal yang ditawarkan oleh penjual kepada konsumen. Praktik ini merupakan instrumen promosi yang sangat efektif untuk meningkatkan volume transaksi penjualan, menghabiskan stok produk musiman, meluncurkan lini barang baru, hingga memberikan apresiasi loyalitas bagi pelanggan.

Kalkulator diskon ini dapat dimanfaatkan secara fleksibel oleh dua pihak utama:

Untuk Pembeli & Konsumen

Memeriksa harga bersih yang harus dibayar di kasir, memverifikasi besaran rupiah yang dihemat, serta membongkar diskon bertingkat (seperti 50% + 20%) agar tidak terkecoh promo semu.

Untuk Penjual & Pelaku UMKM

Merancang skema promo cuci gudang tanpa merugi, menetapkan persentase diskon yang aman terhadap margin laba kotor, serta menghitung harga coret promosi di etalase toko.

4 Mode Perhitungan Diskon yang Didukung

Kalkulator ini mencakup 4 skenario perhitungan diskon yang sering dihadapi dalam aktivitas jual-beli:

1 Harga Setelah Diskon

Mencari nilai akhir yang wajib dibayar setelah dipotong persentase diskon. Rumus: Harga Akhir = Harga Awal - (Harga Awal × Diskon / 100).

2 Nominal Penghematan

Mengetahui berapa rupiah yang berhasil Anda hemat dari harga normal produk. Rumus: Nominal Diskon = Harga Awal × (Diskon / 100).

3 Persentase Diskon dari Selisih Harga

Mencari berapa persen potongan harga sebenarnya jika diketahui harga sebelum dan sesudah diskon. Rumus: Diskon (%) = ((Harga Awal - Harga Akhir) / Harga Awal) × 100%.

4 Harga Asli Sebelum Diskon

Mencari harga awal sebelum barang dipotong diskon belanja. Rumus: Harga Awal = Harga Akhir / (1 - Diskon / 100).

Memahami Diskon Bertingkat (Stacked Discount)

Pernahkah Anda melihat promo "Diskon 20% + 10%" atau "Diskon 50% + 20%" di pusat perbelanjaan? Banyak orang mengira diskon tersebut langsung dijumlahkan, padahal faktanya tidak.

Mengapa Diskon 20% + 10% BUKAN 30%?

Pada diskon bertingkat, diskon tahap kedua tidak dihitung dari harga awal, melainkan dari harga yang sudah terpotong oleh diskon pertama.

Simulasi untuk Barang Seharga Rp 1.000.000:
  • Tahap 1 (Diskon 20%): Potongan = 20% × Rp 1.000.000 = Rp 200.000. Harga perantara menjadi Rp 800.000.
  • Tahap 2 (Diskon 10%): Potongan = 10% × Rp 800.000 = Rp 80.000.
  • Harga Akhir yang Dibayar: Rp 800.000 - Rp 80.000 = Rp 720.000.
  • Total Penghematan Riil: Rp 200.000 + Rp 80.000 = Rp 280.000.
  • Diskon Efektif Sebenarnya: (Rp 280.000 / Rp 1.000.000) × 100% = 28% (Bukan 30% atau Rp 700.000).

Cara Menghitung Diskon: Panduan Langkah demi Langkah

Ikuti langkah sistematis berikut untuk menghitung harga setelah potongan promo:

1

Catat Harga Normal Produk

Pastikan harga awal yang tercantum adalah harga sebelum promo atau harga banderol resmi tanpa biaya tambahan tersembunyi.

2

Identifikasi Struktur Diskon

Periksa apakah diskon berupa persentase tunggal (misal 30%), potongan rupiah langsung (voucher Rp 50.000), atau promo bertingkat (50% + 20%).

3

Hitung Besaran Nominal Potongan

Kalikan persentase diskon dalam bentuk desimal dengan harga produk. Jika diskon bertingkat, ulangi perkalian secara berantai pada sisa harga.

4

Kurangkan Potongan dari Harga Awal

Kurangkan nominal penghematan dari harga awal untuk mendapatkan harga final yang wajib dibayarkan saat checkout atau di kasir toko.

Contoh Perhitungan Diskon di Kehidupan Sehari-hari

Tiga simulasi konkret perhitungan diskon yang sering ditemui:

Contoh 1: Diskon Tunggal 30%

Kemeja pria seharga Rp 300.000 mendapatkan promo diskon 30%.

Hemat = 30% × 300.000 = Rp 90.000
Bayar = 300.000 - 90.000
= Rp 210.000

Contoh 2: Diskon Bertingkat 50% + 20%

Sepatu lari Rp 800.000 diskon 50% + 20%.

Tahap 1: Potong 50% → Rp 400.000
Tahap 2: 20% × 400.000 = Rp 80.000
Bayar = Rp 320.000 (Hemat 60%)

Contoh 3: Mencari Harga Asli

Barang dibeli seharga Rp 425.000 setelah diskon 15%.

Harga Asli = 425.000 / (1 - 0,15)
= 425.000 / 0,85
= Rp 500.000

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memberi atau Menerima Diskon

Tips bijak bagi konsumen dan pelaku usaha dalam menyikapi promo diskon:

Batas Maksimal Potongan (Cap)

Pada promo voucher marketplace, sering terdapat klausul seperti "Diskon 50% maks. Rp 15.000". Artinya untuk transaksi di atas Rp 30.000, persentase diskon riil yang didapat jauh lebih kecil.

Kewaspadaan Markup Awal

Bandingkan harga barang di toko lain untuk memastikan penjual tidak menaikkan harga banderol terlebih dahulu sebelum mencantumkan label diskon besar.

Bagi Penjual: Lindungi HPP

Jangan memberi diskon melebihi margin keuntungan kotor produk. Pastikan harga setelah diskon tetap berada di atas nilai modal Harga Pokok Penjualan (HPP).

Hubungan Diskon dengan Kalkulator Finansial Lainnya

Maksimalkan analisis keuntungan dan penetapan harga bisnis Anda dengan alat kalkulasi terkait:

Pertanyaan Umum Seputar Diskon (FAQ)

Jawaban praktis seputar perhitungan diskon belanja dan strategi potongan harga:

Apa itu diskon?

Diskon adalah potongan harga atau pengurangan nilai dari harga normal (harga jual awal) suatu barang atau jasa yang ditawarkan kepada pembeli untuk menarik minat transaksi.

Bagaimana cara menghitung nominal diskon?

Nominal diskon dihitung dengan mengalikan harga asli dengan angka persentase diskon dibagi 100. Rumus: Nominal Diskon = Harga Awal × (Persentase Diskon / 100). Contoh: diskon 20% dari Rp 500.000 adalah Rp 100.000.

Bagaimana cara menghitung harga setelah diskon?

Kurangkan harga awal barang dengan nominal potongan diskon yang didapat. Rumus: Harga Setelah Diskon = Harga Awal - Nominal Diskon. Contoh: Rp 500.000 - Rp 100.000 = Rp 400.000.

Bagaimana cara mencari harga asli sebelum diskon?

Bagi harga yang telah didiskon dengan hasil pengurangan (1 - persentase diskon/100). Rumus: Harga Awal = Harga Akhir / (1 - Diskon/100). Contoh: Rp 400.000 / (1 - 0,20) = Rp 500.000.

Bagaimana cara menghitung persentase diskon dari selisih harga?

Bagi selisih pemotongan harga dengan harga awal produk, lalu kalikan 100%. Rumus: Persentase Diskon = ((Harga Awal - Harga Akhir) / Harga Awal) × 100%.

Apa itu diskon bertingkat (stacked discount)?

Diskon bertingkat adalah skema promo potongan ganda (seperti 20% + 10%), di mana diskon kedua dihitung dari harga barang yang telah dipotong oleh diskon pertama, bukan langsung dari harga awal.

Apakah promo diskon 20% + 10% sama dengan 30%?

Tidak sama. Diskon 20% + 10% bernilai efektif 28%. Pada barang Rp 1.000.000, diskon 20% pertama menurunkan harga jadi Rp 800.000, lalu diskon 10% berikutnya memotong Rp 80.000, sehingga harga akhirnya Rp 720.000 (diskon 28%), bukan Rp 700.000 (30%).

Bagaimana penjual memastikan promo diskon tidak merugi?

Penjual harus menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan batas margin aman sebelum memberikan diskon. Diskon hanya boleh memotong margin laba dan tidak boleh menurunkan harga jual di bawah nilai modal HPP per unit.

Catatan & Disclaimer Simulasi

Perhitungan diskon pada halaman ini merupakan simulasi matematis berdasarkan nominal dan persentase yang dimasukkan pengguna. Ketentuan promosi akhir, syarat minimum pembelian, batas maksimal diskon (*cap*), pajak pertambahan nilai (PPN), dan ongkos kirim tunduk pada kebijakan masing-masing penjual atau platform transaksi.

Pelajari konsep, panduan langkah demi langkah, dan contoh perhitungan mendalam.

Alat bantu perhitungan lainnya yang relevan untuk kebutuhan bisnis, keuangan, dan produktivitas Anda.