Jawaban Cepat / Ringkasan Rumus: Harga Setelah Diskon Tunggal = Harga Awal - (Harga Awal × Persen Diskon ÷ 100). Diskon Bertingkat (Contoh: 20% + 10%): Diskon tahap kedua dihitung dari sisa harga tahap pertama (efektif 28%, bukan 30%).
Potongan harga atau diskon merupakan instrumen promosi yang umum dijumpai dalam perdagangan ritel. Memahami mekanisme perhitungan persentase diskon membantu konsumen maupun penjual mengestimasi nilai transaksi secara akurat, khususnya pada skema diskon bertingkat.
Rumus Diskon Tunggal
Perhitungan diskon tunggal menggunakan formula:
Nominal Potongan = Harga Awal × (Persentase Diskon ÷ 100)
Harga Setelah Diskon = Harga Awal - Nominal Potongan
Contoh: Pakaian seharga Rp 200.000 mendapatkan diskon 25%:
- Potongan = Rp 200.000 × 25% = Rp 50.000
- Harga Bayar = Rp 200.000 - Rp 50.000 = Rp 150.000.
Cara Menghitung Diskon Bertingkat (Misal: 20% + 10%)
Penting: Skema diskon 20% + 10% tidak sama dengan diskon 30%.
Pada sistem promosi bertingkat, diskon kedua diterapkan bukan terhadap harga awal, melainkan terhadap sisa harga yang telah dipotong oleh diskon pertama:
- Tahap 1: Terapkan persentase diskon pertama (misal 20%) terhadap harga banderol awal.
- Tahap 2: Terapkan persentase diskon kedua (misal 10%) terhadap sisa nominal harga dari tahap pertama.
Contoh Simulasi Diskon Bertingkat
Sebuah produk seharga Rp 500.000 memiliki label diskon "20% + 10%":
- Tahap 1 (Diskon 20%): Potongan = 20% × Rp 500.000 = Rp 100.000. Sisa harga = Rp 400.000.
- Tahap 2 (Diskon 10%): Potongan = 10% × Rp 400.000 = Rp 40.000.
- Harga Pembayaran Akhir: Rp 400.000 - Rp 40.000 = Rp 360.000.
- Total Penghematan: Rp 100.000 + Rp 40.000 = Rp 140.000 (persentase diskon kumulatif efektif adalah 28%, bukan 30%).