Perbedaan Mendasar: Markup dihitung dari basis Harga Modal (HPP):
(Laba ÷ Modal) × 100%. Margin dihitung dari basis Harga Jual:(Laba ÷ Harga Jual) × 100%.
Banyak pedagang dan pelaku bisnis UMKM menganggap istilah margin dan markup adalah hal yang sama. Padahal, meskipun keduanya mengukur rasio keuntungan yang sama, basis pembagi perhitungannya sangat berbeda.
Mengapa Keduanya Berbeda?
Perbedaan paling mendasar terletak pada acuan persentasenya:
- Markup dihitung dari basis Harga Modal (Cost Price / HPP). Menunjukkan berapa persen modal dinaikkan untuk membentuk harga jual.
- Margin dihitung dari basis Harga Jual (Selling Price). Menunjukkan berapa persen laba yang diperoleh dari harga jual akhir.
Perbandingan Rumus
| Karakteristik | Markup | Margin |
|---|---|---|
| Basis Pembagi | Harga Modal (HPP) | Harga Jual |
| Rumus | (Laba / Modal) × 100% |
(Laba / Harga Jual) × 100% |
| Batas Maksimum | Bisa melebihi 100%, 200%, bahkan tak terhingga | Maksimal 100% (jika modal Rp 0) |
| Tujuan Umum | Menentukan kenaikan harga modal awal | Menganalisis efisiensi omzet laba |
Contoh Nyata
Catatan: Contoh berikut merupakan simulasi matematis komparatif.
Anda membeli barang seharga Rp 100.000 dan menjualnya seharga Rp 150.000. Nominal keuntungannya adalah Rp 50.000.
- Perhitungan Markup: Markup = (Rp 50.000 / Rp 100.000) × 100% = 50%.
- Perhitungan Margin: Margin = (Rp 50.000 / Rp 150.000) × 100% = 33,33%.
Pada barang yang sama dan nominal laba yang sama, persentase markup selalu terlihat lebih besar daripada persentase margin.